Apa Yang Membedakan Purging dengan Breakout, Serta Cara Mengatasinya

Perawatan kulit merupakan rutinitas bagi setiap orang, apalagi wanita maupun pria. Banyak dari mereka yang sering bergonta-ganti produk untuk menyesuaikan dengan kondisi kulit agar hasilnya segera terasa. Namun, sering kali saat mencoba skin care baru, ada dua kemungkinan yang terjadi. Kulit jadi lebih sehat terawat atau malah timbul berbagai masalah, seperti jerawat dan juga komedo.

Kemungkinan timbulnya jerawat ada dua macam, bisa terjadinya purging atau breakout. Namun, kedua istilah itu memiliki perbedaan dan ciri yang dapat membedakan serta cara mengatasi saat terjadinya breakout ataupun purging. Simak perbedaan dari purging dan breakout.

 

Baca Juga : Ternyata ini Bedanya Sebaceous Filaments dan Blackheads, yang Kamu Harus Tau!

 

PERBEDAAN PURGING DAN BREAKOUT

ilustrasi purging atau breakout (Foto: google.com)

Membedakan antara purging dan breakout memang gampang-gampang sulit, karena kemunculan keduanya sama-sama ditandai dengan jerawat. Faktanya, kedua gangguan kulit ini ternyata berbeda.

Purging adalah proses penyesuaian kulit berupa ‘pembersihan’ sel kulit mati setelah kita menggunakan produk skin care tertentu. Dengan lepasnya sel kulit mati tersebut (turnover), diharapkan akan digantikan dengan sel kulit baru sehingga pada akhirnya kulit terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Penyebab purging yakni memakai kandungan retinoid atau asam alfa-hidroksi yang memicu pergantian sel kulit mati. Yang jelas, gangguan ini muncul secara cepat dengan proses kering yang terbilang cepat pula. Proses ini berlangsung selama kurang lebih dua minggu hingga satu bulan.

Sedangkan Breakout adalah reaksi kulit karena tidak cocok dengan zat aktif dalam produk tersebut. Reaksi tersebut dapat menyumbat pori-pori, memunculkan alergi, atau memicu iritasi.Breakout pada jerawat biasanya akan muncul di area  kulit wajah yang tidak pernah mengalami masalah.

Perbedaan breakout dan purging bisa diketahui dari jumlah jerawat yang muncul di mana Breakout menimbulkan jerawat dalam jumlah banyak dengan ukuran yang besar dan akan semakin bertambah seiring perkembangan waktu.

 

Baca Juga : Lakukan 8 Cara Merawat Kulit Wajah Tampak Cerah dan Glowing Alami

 

CARA MENGATASINYA

PURGING

Pada umumnya, jika kulit wajah yang mengalami purging akan membaik dengan sendirinya. Jika menggunakan produk skin care yang mengandung bahan aktif seperti hydroxy acids atau AHA dan BHA, vitamin C, retinoid, benzoyl peroxide, dan bahan exfoliator lainnya, ialah lakukan untuk mengurangi intensitas penggunaan skin care.

Selain itu, untuk pemakaian skin care nya untuk dijeda terlebih dahulu. Karena bisa jadi saat itu kulit sedang  bereaksi untuk menyesuaikan diri (purging). Namun, jika hal ini masih berlangsung setelah 4 minggu penggunaannya, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter kulit.

 

Baca Juga : 6 Rekomendasi Exfoliating Toner yang Aman Bagi kulit jerawat dan sensitif

 

BREAKOUT

Sedangkan kulit wajah yang mengalami breakout adalah akibat dari penggunaan produk tertentu. Maka dari itu,  segera hentikan pemakaiannya untuk sementara. Keadaan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mencatat kandungan produk apa saja yang cocok dan tidak cocok.

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda dan skin care yang tidak sama, maka dari itu tetap  hindari produk-produk dengan bahan alkohol, ester, detergen, silikon, serta lanolin karena bahan-bahan ini memang bersifat iritan bagi kulit.

Kesimpulan dari penjelasan diatas ialah selalu cek terlebih dahulu bahan dan kandungan produk skincare yang akan digunakan untuk menghindari ketidakcocokan dengan produk tersebut.

 

Baca Juga : 7 Manfaat Saffron untuk Kecantikan Kulit Wajah

1 Comments

Leave a Comment

error: Content is protected !!