Mengenal dan Keunggulan Makanan Kucing Grain Free

Saat ini banyak sekali produk makanan kucing yang beredar dipasaran. Akhir-Akhir ini mulai banyak bermunculan pilihan produk makanan kucing dari berbagai merek dan grade, salah satu yang sedang populer yaitu produk dengan label grain free.

Beberapa dokter hewan menyarankan untuk memilih makanan grain free (bebas dari biji-bijian). Alasannya karena bahan yang terkandung di dalam makanan kucing grain free, sangat baik bagi metabolisme kucing. Kucing akan mendapatkan banyak manfaat jangka panjang. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya dibawah ini.

Baca Juga : 5 Cara Memilih Makanan Kucing

 

Apa yang di Maksud dengan Grain Free?

Grain merujuk pada istilah umum biji-bijian kering seperti jagung, gandum, dan beras. Biji-bijian tersebut memang banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat makanan kucing. Biayanya produksinya jauh lebih murah dan lebih mudah didapatkan. Padahal, kandungan karbohidratnya menjadi lebih tinggi.

Jadi, makanan yang berlabel grain free tidak mengandung biji-bijian. Biji-bijian ini sering menimbulkan masalah pada kucing yang alergi atau pencernaannya sensitif. Terdapat zat anti nutrisi pada biji-bijian tersebut dan kucing tidak bisa mencernanya.

Secara fisiologis, kucing tidak memiliki enzim amilase pada mulutnya. Enzim ini memiliki fungsi untuk memproses karbohidrat pada tahap awal. Nantinya agar lebih mudah dicerna lambung dan usus. Namun, karena tidak ada, maka kucing kesulitan mencerna karbohidrat yang ada pada biji-bijian tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, produsen makanan kucing memformulasikan komposisi bahan makanan yang tidak menggunakan biji-bijian ini. Di pasaran, produk makanan bebas biji-bijian ini diberi label grain free. Ada juga yang menyebutnya sebagai holistic food.

Baca Juga :

10 Rekomendasi Makanan Kering (Dry Food) Kucing Terbaik

10 Rekomendasi Makanan Basah Untuk Kitten

 

Keunggulan Makanan Kucing Grain Free

 

1. Lebih Banyak Protein

Produk makanan grain free (bebas biji-bijian) mengandung lebih banyak protein yang memang dibutuhkan oleh kucing. Sebagai hewan karnivora sejati, kucing membutuhkan lebih banyak protein untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Sumber protein diambil dari daging segar (ikan, unggas, atau sapi) dengan persentase yang lebih banyak.

2. Mengurangi Risiko Alergi

Beberapa kucing memiliki alergi dan sensitif pada jenis biji-bijian tertentu. Gejalanya akan muncul berupa masalah kulit ataupun feses yang encer. Maka, mengganti makanan kucing dengan yang sudah grain free akan meminimalisir risiko alergi tersebut.

3. Porsi Makan Kucing Jadi Lebih Hemat

Jika kucing kamu tidak ada masalah kesehatan, secara naluri kucing akan berhenti makan saat kebutuhan proteinnya sudah terpenuhi. Dengan makanan berlabel grain free, maka kucing akan lebih cepat kenyang walaupun makan dengan porsi kecil. Ini disebabkan kandungan proteinnya yang lebih banyak dibandingkan dengan makanan kucing biasa.

4. Sedikit Karbohidrat

Karbohidrat tetap perlu, tetapi jumlahnya tidak banyak. Untuk karbohidrat pada makanan grain free, biasanya sumbernya diganti dengan kentang atau tapioka. Jumlahnya pun sangat terbatas dan bukan sebagai bahan utama. Jadi, tetap aman untuk kucing.

5. Takaran Makanan Kucing yang Tepat, Makanan Grain Free Mengurangi Risiko Obesitas

Nutrisi pada makanan grain free sudah diformulasikan untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal pada kucing. Dengan mengikuti formula takaran makanan kucing per hari yang tepat, kucing kamu akan sehat dan memiliki bentuk tubuh yang proporsional.

Informasi didapatkan di goldenmaze.net

Baca Juga : 10 Rekomendasi Merk Makanan Kering Untuk Anak Kucing (Kitten) Terbaik

 

 

 

 

 

Artikel Terkait :

error: Content is protected !!