3 Kandungan Skincare Berbahaya Jika Digunakan, Jauhi Segera Sebelum Wajah Rusak

Mengetahui kandungan pada skincare juga sangat penting agar lebih aman. Nggak bisa dipungkiri, masih terdapat komposisi skincare yang berbahaya yang dapat kita temukan dalam beberapa produk skincare meskipun dengan embel-embel telah ber-BPOM. Selain itu, meskipun bukan sebagai kandungan utama atau persentase yang sedikit, tetap saja kandungan berbahaya ini dapat menimbulkan efek buruk bagi kulit.

Banyak kandungan dari produk skincare seperti yang dapat menyebabkan alergi, eksim, kanker, gangguan hormon, hingga kandungan yang berbahaya bagi ibu hamil. Lalu, apa saja kandungan skincare yang berbahaya untuk kulit dan harus kamu hindari? Simak ulasannya berikut ini yuk!

Baca Juga : 4 Serum Lokal untuk Mengatasi Masalah Jerawat

 

1. Merkuri

Penggunaan merkuri pada produk kecantikan terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Pasalnya, bahan kimia ini dapat dengan mudah diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Merkuri juga bersifat korosif, sehingga penggunaannya bisa membuat lapisan kulit menipis.

Menurut Joshua Zeichner , direktur penelitian kosmetik dan klinis di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, ketika dioleskan, merkuri dapat menyebabkan iritasi kulit, ruam, dan perubahan warna. Penggunaan skincare yang mengandung merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada mata, paru-paru, pencernaan, saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga : Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel untuk Kulit Glowing dan Kenyal

2. Paraben

Paraben populer digunakan dalam produk skincare dan makeup. Menurut Cosmetic Ingredient Review (CIR) dan FDA, paraben dalam jumlah yang sangat kecil aman untuk digunakan dalam produk kosmetik dan nggak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa paraben dapat dengan mudah melewati kulit, dan masuk ke tubuh. Kemudian, paraben dapat mengganggu sistem endokrin tubuh, hormon yang memainkan peran penting dalam menjaga sistem reproduksi pada perempuan.

Ketika ini terjadi, tubuh kamu mungkin mulai memproduksi lebih sedikit estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini dapat berdampak buruk pada fungsi reproduksi reguler pada pria dan perempuan.

Baca Juga : 4 Clay Mask Affordable Atasi Pori-Pori Besar dan Komedo Membandel

3. Formaldehida

Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, formaldehida dianggap sebagai karsinogen manusia. Ini berarti paparan dalam jumlah besar untuk waktu yang lama dapat menempatkan kamu pada risiko terkena kanker.

Namun, sebagian besar produk perawatan kulit mengandung formaldehida dalam jumlah kecil sehingga banyak produsen nggak menganggapnya sebagai risiko untuk menggunakannya. Meskipun begitu, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jangka pendek pada kulit normal pun dapat menyebabkan dermatitis kontak.

Baca Juga : Somethinc Skin Solver Kit Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Artikel dari beautynesia,

Artikel Terkait :

error: Content is protected !!